Penerapan Strategi Inovasi Terbuka Untuk Customer Engagement Usaha Kecil Menengah Produk Permen Susu Karamel
DOI:
https://doi.org/10.33603/jpa.v6i1.8127Abstrak
ABSTRAK
UKM merupakan pilar penting perekonomian Indonesia yang perlu terus dikembangkan, salah satunya dengan konsep digital atau proses digitalisasi. UKM yang telah menganut proses digitalisasi terbukti memiliki daya tahan lebih tinggi karena tidak gagap dalam mengubah arah jalan usahanya. Konsep digital dapat mendukung dalam strategi inovasi terbuka melalui keterlibatan konsumen untuk mengembangkan komponen customer relationship pada BMC. Keterlibatan konsumen perlu diperhatikan karena turut berperan dalam meningkatkan loyalitas konsumen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan strategi inovasi terbuka yang dapat digunakan oleh unit usaha untuk mengembangkan customer relationship melalui keterlibatan konsumen. Empat dimensi customer engagement dibandingkan antara Mijari Milk dengan merek lain pada platform e-commerce Shopee yaitu; absorption, dedication, vigor, dan interaction. Penilaian kepuasan dilakukan menggunakan metode CSAT dengan menilai respon positif yang diberikan oleh konsumen dibanding dengan jumlah responden. Hasil yang didapatkan bahwa dari 52 responden merek lain didapatkan nilai CSAT sebesar 65%, 61%, 71 % dari segi rasa, harga, dan kualitas produk. Skor kepuasan konsumen untuk produk makanan berkisar 75%-85%. Unit usaha Ciwidey Berkah dapat mengambil ide dari masukan konsumen merek lain sebagai bagian dari strategi inovasi terbuka yaitu menentukan standar resep produknya untuk menjaga konsistensi rasa, dan mulai meningkatkan pelayanan di platform e-commerce.Â
Kata kunci: customer engagement, customer relationship, CSAT, inovasi terbuka
Referensi
Hans, N., & Wijaya, S. (2022). Consumer Satisfaction , Consumer-Brand Identification , and Repurchase Intention. 12(1), 1–10.
Panjaitan, R. (2022). Mediating Role of Customer Engagement: Brand Image Enhancement from Social-Media Marketing. Jurnal Maksipreneur: Manajemen, Koperasi, Dan Entrepreneurship, 12(1), 11–21. http://dx.doi.org/10.30588/jmp.v12i1.971
Rahman, H. (2022). Pengaruh Omnichannel Service Quality dan Customer Relationship Management Terhadap Customer Engagement. Universitas Pendidikan Indonesia.
Rahman, M. R., Oktavianto, M. R., & Paulinus. (2021). Perkembangan Umkm (Usaha Mikro Kecil Dan Menengah) Di Indonesia. In Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Tanjungpura.
Saebi, T., & Foss, N. J. (2015). Business models for open innovation: Matching heterogeneous open innovation strategies with business model dimensions. European Management Journal, 33(3), 201–213. https://doi.org/10.1016/j.emj.2014.11.002
Sangadah, H. A., Machfud, M., & Anggraeni, E. (2021). Business Model Development of a Fresh Milk Agro-Industry in Rural Areas. Jurnal Manajemen Dan Agribisnis, 18(2), 131–143. https://doi.org/10.17358/jma.18.2.131
Yin, R.K. 2014. Case Study Research Design and Methods. United States of America: SAGE Publications, Inc
Wynarczyk, P., Piperopoulos, P., & McAdam, M. (2013). Open innovation in small and medium-sized enterprises: An overview. International Small Business Journal, 31(3), 240–255. https://doi.org/10.1177/0266242612472214
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Citation Check
Lisensi
Authors publishing in this journal agree to the following terms:
-
Copyright & First Publication Rights: Authors retain copyright and grant the journal the right of first publication. The work is simultaneously licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0), allowing others to share the work with an acknowledgment of its authorship and initial publication in this journal.
-
Secondary Distribution: Authors are permitted to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., posting it to an institutional repository or publishing it in a book), provided its initial publication in this journal is acknowledged.
-
Pre-print & Self-Archiving: Authors are allowed and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on personal websites) prior to and during the submission process. This can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (see The Effect of Open Access)



















