Strategi Peningkatan Jumlah Sayuran Sawi Pada Musim Kemarau di Pasar Jagasatru Kota Cirebon Dengan Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP)
DOI:
https://doi.org/10.33603/jpa.v3i2.4916Abstract
Pasar Jagasatru merupakan pasar sentra sayur mayur terbesar di wilayah III Cirebon. Salah satu komoditas sayur yang disukai konsumen adalah sawi dan permasalahan yang dihadapi adalah sedikitnya persediaan sawi pada musim kemarau sehingga menyababkan harganya melonjak. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan strategi peningkatan jumlah sayuran sawi pada musim kemarau. Penelitian dilaksanakan selama bulan Juli sampai November 2020. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan teknik pendekatan survei. Populasi penelitian ini adalah pedagang sayur sawi yang berjumlah 13 orang sehingga teknik pengambilan sampel dilakukan secara sensus. Analisis data menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil penelitian menyimpulkan bahwa strategi peningkatan sayuran sawi di Pasar Jagasatru adalah menambah jaringan pasokan sawi.
Kata Kunci: Analytical Hierarchy Process, Cirebon, Pedagang, Pemasok, Sawi.
References
Azwar, S. (2016). Metode Penelitian. Pustaka Pelajar.
David, F. R., & Forest R, D. (2016). Manajemen Strategi Konsep. Salemba Empat.
Direktorat Jenderal Hortikultura. (2019). Rencana Strategis Direktorat Jendral Hortikultura Tahun 2019.
Sugiyono. (2007). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Supriadi, A. (2018). Analytical Hierarchy Process (AHP) Teknik Penentuan Strategi Daya Saing Kerajinan Bordir. Deepublish.
Yuniati, Z. dkk. (n.d.). Analisis Mutu dan Gizi Sayuran Hemat Air di Lahan Sawah Tadah Hujan Prosding Seminar dan Ekspose. Hasil Penelitian.
Downloads
Published
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright & First Publication Rights: Authors retain copyright and grant the journal the right of first publication. The work is simultaneously licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0), allowing others to share the work with an acknowledgment of its authorship and initial publication in this journal.
Secondary Distribution: Authors are permitted to enter into separate, additional contractual arrangements for the non- exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., posting it to an institutional repository or publishing it in a book), provided its initial publication in this journal is acknowledged.
Pre-print Self- Archiving: Authors are allowed and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on personal websites) prior to and during the submission process. This can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (see The Effect of Open Access)








