Identifikasi Bentuk Rekreasi Wisata Bekas Tambang dan Dampaknya Terhadap Petani di Kabupaten Cirebon
DOI:
https://doi.org/10.33603/jpa.v8i2.12058Kata Kunci:
wisata, bekas tambang, legalitas, petani, agribisnis, keberlanjutanAbstrak
Transformasi lahan bekas tambang menjadi tempat rekreasi merupakan fenomena yang berkembang di Kabupaten Cirebon sebagai respons terhadap perubahan bentang alam akibat aktivitas industri batu alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk rekreasi yang dihasilkan dari lahan bekas tambang serta status legalitasnya, dan menganalisis dampaknya terhadap petani. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif berbasis data sekunder yang diperoleh dari dokumen kebijakan, publikasi ilmiah, dan laporan institusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk rekreasi yang berkembang meliputi wisata tebing batu, danau bekas tambang, dan wisata swafoto berbasis lanskap eks-tambang, seperti pada kawasan Batu Lawang dan Situ Pajaten. Sebagian besar lokasi belum memiliki legalitas formal dan masih menyimpan potensi risiko lingkungan. Dampak terhadap petani bersifat dualistik, yaitu sebagai peluang diversifikasi pendapatan dan sebagai sumber tekanan terhadap keberlanjutan pertanian. Temuan ini menunjukkan pentingnya pengelolaan berbasis integrasi agribisnis dan pariwisata dalam kerangka pembangunan berkelanjutan.
Referensi
Alfaruq, Ia. L. bnu. (2021). Potensi Konversi Lahan Bekas Tambang Pasir sebagai Destinasi Wisata terhadap Penciptaan Pekerjaan Masyarakat Desa Rejomulyo Kecamatan Pasir Sakti Kabu. UIN Metro.
Anggareni, Y. Y. (2024). Pengaruh Pengembangan Wisata Batu Lawang Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Desa Cupang Kecamatan Gempol Kabupaten Cirebon [Universitas Jendral Soedirman]. https://repository.unsoed.ac.id/26250/1/
Ansahar, Sitorus, S., Hartrisari, & Putri, E. (2025). Reclamation Strategies for Sustainable Agriculture on Post-Mining Land: A Case Study in East Kalimantan, Indonesia. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam Dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management), 15(3), 482. https://doi.org/10.29244/jpsl.15.3.482
Basu, D., & Mishra, S. (2024). Mine reclamation practices and effects of stakeholder perception — a case study of Saoner mines, Maharashtra, India. Journal of Engineering and Applied Science, 71(1), 62. https://doi.org/10.1186/s44147-024-00393-y
Bebbington, A. J., Humphreys Bebbington, D., Sauls, L. A., Rogan, J., Agrawal, S., Gamboa, C., Imhof, A., Johnson, K., Rosa, H., Royo, A., Toumbourou, T., & Verdum, R. (2018). Resource extraction and infrastructure threaten forest cover and community rights. Proceedings of the National Academy of Sciences, 115(52), 13164–13173. https://doi.org/10.1073/pnas.1812505115
Cao, X. (2007). Regulating mine land reclamation in developing countries: The case of China. Land Use Policy, 24, 472–483. https://doi.org/10.1016/j.landusepol.2006.07.002
Ellis, F. (2008). The Determinants of Rural Livelihood Diversification in Developing Countries. Journal of Agricultural Economics, 51, 289–302. https://doi.org/10.1111/j.1477-9552.2000.tb01229.x
Gössling, S. (2002). Global environmental consequences of tourism. Global Environmental Change, 12(4), 283–302. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/S0959-3780(02)00044-4
Keenan, J., & Holcombe, S. (2021). Mining as a temporary land use: A global stocktake of post-mining transitions and repurposing. The Extractive Industries and Society, 100924. https://doi.org/10.1016/j.exis.2021.100924
Kehutanan, D. K. (2026). Kemenhut Bongkar 191.790 Hektare Tambang Ilegal di Kawasan Hutan Indonesia. Info Indonesia. https://www.infoindonesia.id/info-polhukam/96116690530/kemenhut-bongkar-191790-hektare-tambang-ilegal-di-kawasan-hutan-indonesia?utm_source=chatgpt.com
Kivinen, S. (2017). Sustainable Post-Mining Land Use: Are Closed Metal Mines Abandoned or Re-Used Space? Sustainability, 9, 1705. https://doi.org/10.3390/su9101705
Kodir, A., Hartono, D. M., Haeruman, H., & Mansur, I. (2017). Integrated post mining landscape for sustainable land use: A case study in South Sumatera, Indonesia. Sustainable Environment Research, 27(4), 203–213. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.serj.2017.03.003
Maulana, R. A. (2022). Pengembangan Pariwisata Berbasis Masyarakat di Objek Wisata Batu Lawang (Studi Kasus Di Desa Cupang Kecamatan Gemp [IAIN Syekh Nurjati]. https://repository.syekhnurjati.ac.id/8310/1/1 cover.pdf
Mborah, C., Bansah, K., & Boateng, M. (2015). Evaluating Alternate Post-Mining Land-Uses: A Review. Environment and Pollution, 5, 14. https://doi.org/10.5539/ep.v5n1p14
Pagouni, C., Pavloudakis, F., Kapageridis, I., & Yiannakou, A. (2024). Transitional and Post-Mining Land Uses: A Global Review of Regulatory Frameworks, Decision-Making Criteria, and Methods. Land. https://doi.org/10.3390/land13071051
Putrawiyanta, I. P. (2020). Pemanfaatan Lubang Bekas Tambang Sebagai Danau Pascatambang di PT Kasongan Bumi Kencana Kabupaten Katingan Provinsi Kalimantan Tengah ( Use of Void as a Post-Mining Lake at PT Kasongan Bumi Kencana Katingan Regency Central Kalimantan Province ). Promine, 8(1827), 8–13.
Rosa, J. C. S., Sánchez, L. E., & Morrison-Saunders, A. (2018). Getting to ‘agreed’ post-mining land use – an ecosystem services approach. Impact Assessment and Project Appraisal, 36(3), 220–229. https://doi.org/10.1080/14615517.2018.1445175
Scoones, I. (2016). The Politics of Sustainability and Development (Annual Review). https://doi.org/10.1146/annurev-environ-110615-090039
Sharpley, R. (2000). Tourism and Sustainable Development: Exploring the Theoretical Divide. Journal of Sustainable Tourism, 8(1), 1–19. https://doi.org/10.1080/09669580008667346
Solangi, Y. A., & Alyamani, R. (2025). Transforming mining-affected lands through eco-friendly reclamation strategies. Physics and Chemistry of the Earth, Parts A/B/C, 141, 104128. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.pce.2025.104128
Triwibowo, D., Elma, M., Suhartono, E., & Riduan, R. (2024). Post-mined reclamation condition assessment by Normalized Difference Vegetation Index ( NDVI ). 11(4), 6165–6174. https://doi.org/10.15243/jdmlm.2024.114.6165
Wahana, S., Sulistyowati, L., Setiawan, I., & Wulandari, E. (2026). Industrial Encroachment and Agricultural Sustainability : A Multidimensional Study of Rice Farming in West Java. Journal International of Agriculture and Bioscience, 15(1), 213–224.
Worlanyo, A. S., & Li, J. (2020). Evaluating the environmental and economic impact of mining for post-mined land restoration and land-use: A review. Journal of Environmental Management, 111623. https://doi.org/10.1016/j.jenvman.2020.111623
Yahya, M. (2022). Analisis Pengembangan Objek Wisata Batu Lawang Terhadap Perekonomian Masyarakat Lokal (Studi Kasus Pada Desa Cupang Kecamatan Gempol Kabupaten Cirebon) [IAIN Syekh Nurjati Cirebon]. https://repository.syekhnurjati.ac.id/6855
Zine, H., Hakkou, R., Papazoglou, E., Elmansour, A., Abrar, F., & Benzaazoua, M. (2024). Revegetation and ecosystem reclamation of post-mined land: toward sustainable mining. International Journal of Environmental Science and Technology, 21, 9775–9798. https://doi.org/10.1007/s13762-024-05697-3
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Citation Check
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Siti Wahana S.P., M.M, Akhmad Jaeroni, Mutia Intan Savitri Herista

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang menerbitkan karyanya ke jurnal ini setuju dengan persyaratan berikut:
Penulis memegang hak cipta dan memberikan hak penerbitan pertama kepada jurnal, dengan karya yang secara serentak dilisensikan di bawah Lisensi: Creative Commons Attribution - Share Alike 4.0 Internasional License yang memungkinkan orang lain membagikan karya dengan pengakuan penerbitan awal dan kepenulisan karya di jurnal ini.



















