PERILAKU AGRIBISNIS PETANI MANGGA DI KECAMATAN PANYINGKIRAN KABUPATEN MAJALENGKA PROVINSI JAWA BARAT
DOI:
https://doi.org/10.33603/jpa.v2i2.3154Abstract
Agribisnis hendaknya menjadi budaya dalam mengelola perusahaan agribisnis maka otomatis pendapatan dan kesejahteraan petani pun akan meningkat. Namun demikian, masih rendahnya kualitas dan kuantitas hasil produksi mangga yang disebabkan teknologi yang masih sederhana dan perilaku petani yang sulit untuk mengikuti arahan penyuluh pertanian dalam kegiatan agribisnis mangganya. Tujuan dari makalah ini adalah untuk menganalisis perilaku agribisnis petani mangga di Kecamatan Panyingkiran Kabupaten Majalengka Provinsi Jawa Barat pada semua subsistem agribisnisnya. Hasil penelitian didapatkan bahwa kebanyakan petani mangga di Kecamatan Panyingkiran Kabupaten Majalengka menggunakan sumber modal sendiri dalam usahatani, sumber saprotan membeli sendiri, memiliki tenaga kerja 1 orang dari keluarga sendiri dan 0-3 orang selain dari keluarga, menerapkan teknologi off season, pengendalian OPT menggunakan pestisida dan perangkap hama, memiliki hasil panen dengan kualitas grade A dan B berkisar 50-70%, dan produktivitas mangga 100 – 300 kg/pohon. Mayoritas petani menggunakan lahan kebun/ladang untuk bertanam mangga dan menjual hasil panen ke pedagang pengumpul/tengkulak, jarak ke pasar < 10 km, dan penetapan harga jual mangga hampir 90% oleh pembeli.
Â
Kata Kunci: Perilaku Agribisnis, Sistem Agribisnis, Petani Mangga.
Â
References
DAFTAR PUSTAKA
Indrawan, Rully dan Yuniawati, Poppy. 2014.
Metodologi Penelitian Kuantitatif,
Kualitatif, dan Campuran untuk
Manajemen, Pembangunan, dan Pendidikan. Bandung: Cetakan Pertama Refika Aditama.
Medina, J. De La Cruz., H. S. Garcia 2002. Mango : Post-harvest Operation. Food and Agriculture Organization of United Nation (FAO). Veracruz.
Nasution, S. 2003. Metode Research: Penelitian
Ilmiah, Jakarta: Bumi Aksara.
Rasmikayati, E., & Saefudin, B. R. (2018). Analisis Faktor-Faktor yang Mampu Mendorong Petani Mangga untuk Meningkatkan Perilaku Agribisnisnya
pada Era Globalisasi. Paradigma
Agribisnis, 1(1). http://jurnal.unswagati.ac.id/index.php/JP A/article/view/1491
Rasmikayati, E., Sulistyowati, L., Karyani, T., & Saefudin, B. R. (2018). Dinamika Perilaku Agribisnis Petani Mangga Di Kecamatan Greged Kabupaten Cirebon. Paradigma
Agribisnis, 1(1). http://jurnal.unswagati.ac.id/index.php/JP A/article/view/1491
Rasmikayati, E., Wibawa, G., Andriani, R., Fatimah, S., dan Saefudin, B.R. (2018). Kajian Potensi dan Kendala dalam Proses Usahatani dan Pemasaran Mangga Di Kabupaten Indramayu. Sosiohumaniora,
(3), 215-221. http://jurnal.unpad.ac.id/sosiohumaniora/a rticle/view/15859
Sugiyono, 2012. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung. Alfabeta.
Suparta, Nyoman. 2003. Penyuluhan Sistem Agribisnis Suatu Pendekatan Holistik. LPPM-Universitas Udayana.
Suparta, Nyoman. 2005. Perilaku Agribisnis dan Kebutuhan Penyuluhan Peternak Ayam
Paradigma Agribisnis, September 2019 2(2) 1-12
Ras Pedaging. [Disertasi]. Institut
Pertanian Bogor. Bogor.
Yuristia, Rahmi. 2012. Analisis Perilaku
Agribisnis Peternak Ayam Ras Petelur di
Kabupaten Lima Puluh Kota. Padang:
Universitas Andalas.
Downloads
Published
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright & First Publication Rights: Authors retain copyright and grant the journal the right of first publication. The work is simultaneously licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0), allowing others to share the work with an acknowledgment of its authorship and initial publication in this journal.
Secondary Distribution: Authors are permitted to enter into separate, additional contractual arrangements for the non- exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., posting it to an institutional repository or publishing it in a book), provided its initial publication in this journal is acknowledged.
Pre-print Self- Archiving: Authors are allowed and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on personal websites) prior to and during the submission process. This can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (see The Effect of Open Access)








