PENGAPLIKASIAN TEORI DOUBLE MOVEMENT PADA HUKUM ‘IDDAH UNTUK LAKI-LAKI
DOI:
https://doi.org/10.33603/hermeneutika.v4i1.3272Abstract
‘iddah adalah bentuk masa penantian bagi seorang wanita untuk melakukan pernikahan lagi setelah berpisah dengan suaminya akibat cerai hidup maupun cerai mati. Hukum ‘iddah untuk perempuan sudah dijelaskan dalam al-Qur’an. Akan tetapi, seiring berkembangnya zaman banyak konsep-konsep baru muncul. Hal ini mengakibatkan suatu problem yang menjadikan pertanyaan, apakah laki-laki harus melakukan ‘iddah layaknya seorang wanita. Untuk menjawab persoalan ini diperlukan suatu kajian khusus yang membahas mengenai hal ini. dalam hal ini perlu penafsiran yang menggunakana metode hermeneutika al-Qur’an. Salah satu bentuk hermeneutika al-Qur’an adalah teori double movement yang digagas oleh fazlur Rahman. Dengan bantuan teori ini diharapkan bisa menjawab pertanyaan yang mempertanyakan, apakah laki-laki juga harus ikut ‘iddah.References
Amal, Taufik Adnana. 1996. Islam dan Tantanga Modernitas : Studi Atas Pemikiran Hukum Fazlur Rahman. Bandung : Mizan.
Aziz, Amir. 1999. Neo-Modernisme Islam di Indonesia. Jakarta: Rieneka Cipta.
Emira, Deza. 2016. Komparasi Analisis Maqasid Syariah dan Kesetaraan Gender Tentang Hukum ‘Iddah. Skaripsi. Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah.
Hidayati, Nuzulia Febri. 2018. Tinjauan Gender Terhadap Konstruksi ‘iddah dan Ihdad dalam kompilasi Hukum Islam. Tesis. Yogyakarta: Pasaca Sarjana UIN Sunan Kalijaga.
Kurdi, dkk. 2010. Hemeneutika al-Quran & Hadis: Hermeneutika al-Qur’an Fazlur Rahman (Teori double Movment). Yogyakarta: Elaq Press.
Lestari, Puji. 2018. Al-Qur’an dan Pennyembuhan Studi Living Qur’an tentang Praktek Pennyembuhan Alternatif Bengkel Manugso di Jalan Kelurahan Pedurungan Tengah Kecamatan Pedurungan Semarang. Skripsi. Semarang : UIN Walisongo.
Muslimin, Ahmad. 2017. ‘iddah dan ihdad wanita moderen, dalam Jurnal Mahkamah Vol. 2 No. 2.
Mustaqim, Abdul. 2015. Metode penelitian al-Qur’an dan Tafsir. Yogyakarta: Idea Pres.
Nasutio, Harun. 1999. Ensiklopedia Islam. Jakarta: Ichtiar Van Hoeve.
Noviani, Ria. 2017. Pandangan Ibnu Qayyim Tentang ‘Iddah hulu’. Skripsi. Banda Aceh : UIN Ar-Raniry Darussalam.
Rahman, Fazlur. 1982. Islam and Modernity; Tranformation of an Intllectual tradition. Chichago: Uinversity Press.
Sabiq, Sayyid. 2007. Fiqih Sunnah. Jilid 8. Terj. Muhammad Thalib. Bandung : al-Ma’arif.
Sabiq, Sayyid. 2013. Fiqih Sunnh. jilid 2. Terj. Asep Sobari, dkk. Jakarta : al-I’tishom.
Saeed, Abdullah. 2015. al-Qur’an Abad 21 : Tafsir Kontekstual. Bandung : Mizan.
Sibawaihi. 2007. Hermeneutika al-Qur’an Fazlur Rahman. Yogyakarta : Jalasutra.
Suyuthi, As. 2008. Asbabun Nuzul: Sebab Turunnya Ayat Ayat Al Qur’an. Jakarta: Gema sani.
Syarifuddin, Amir. 2009. Hukum Perkawinan Islam di Indonesia: Antara Fiqih Muamalat dan Undang-undang Perkawinan. Jakarta: Kencana Pernada Media Group.
Wadud, Amina. 1994. Perempuan di dalam al-Qur’an. Bandung: Pustaka.
Yusuf, Ahmad Muhammad. 2009. Ensiklopdi Tematis Ayat al-Qur’an & Hadits. Jakarta : Widya Cahaya.
Yusuf, Ali dan as-Subki. 2010. Nizam al-Usra fi al-Islam, ed. In. Fiqih Keluarga, terj. Nur Khozin. Jakarta: Amzah.
Zuhaili, Wahbah. 2011. al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu, ed. In, Fiqih Islam : Pernikahan, Talak, Khulu’, meng-Ila’ Isteri, Li’an, Zihar, Masa ‘Iddah. Terj. Abdul Hayyie al-Hattani, dkk. Jakarta: Gema Insani.
Downloads
Published
Issue
Section
License
The Authors submitting a manuscript do so on the understanding that if accepted for publication, copyright of the article shall be assigned to Jurnal HERMENUTIKA, Sekolah Pascasarjana Ilmu Hukum. Universitas Swadaya Gunung Jati as publisher of the journal. Copyright encompasses rights to reproduce and deliver the article in all form and media, including reprints, photographs, microfilms, and any other similar reproductions, as well as translations.
Jurnal HERMENEUTIKA, Universitas Swadaya Gunung Jati and the Editors make every effort to ensure that no wrong or misleading data, opinions or statements be published in the journal. In any way, the contents of the articles and advertisements published in Jurnal HERMENEUTIKA are the sole responsibility of their respective authors and advertisers.







