Representasi Penguasa dan Oposisi dalam Cerita Rakyat “Buaya Putih dan Keuyeup Bodas”

Representations of Authority and Opposition in the Folktale "Buaya Putih and Keuyeup Bodas"

Penulis

  • Marini Ganthina Putri Universitas Sebelas April, Indonesia
  • Sukmana Universitas Sebelas April, Indonesia
  • Kuswara Universitas Sebelas April , Indonesia
  • Asep Saepurokhman Universitas Sebelas April , Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.33603/dj.v13i1.10696

Abstrak

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pelestarian cerita rakyat sebagai medium refleksi budaya dan kritik sosial, terutama dalam konteks pembangunan dan relasi kuasa. Cerita rakyat “Buaya Putih dan Keuyeup Bodas” dipilih karena mengandung simbol-simbol ideologis dan ekologis yang relevan dengan dinamika sosial-politik masa kini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji representasi kekuasaan dan oposisi dalam cerita tersebut melalui pendekatan analisis naratif Propp, semiotika Barthes, dan teori representasi Hall. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan fenomenologi terhadap teks cerita dan wawancara dengan masyarakat lokal. Hasil analisis menunjukkan bahwa tokoh Buaya Putih merepresentasikan kekuasaan hegemonik yang rakus dan eksploitatif, sedangkan Keuyeup Bodas melambangkan kekuatan oposisi yang menjaga keharmonisan alam dan kepentingan rakyat. Cerita ini menyuarakan kritik terhadap pembangunan seperti proyek Waduk Jatigede yang mengabaikan keseimbangan ekologis dan partisipasi masyarakat. Dengan demikian, cerita rakyat tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai ruang edukasi dan refleksi atas praktik kekuasaan dan ketidakadilan sosial. Penelitian ini menegaskan perlunya pendekatan lintasdisipliner dalam mengungkap makna budaya dalam folklor agar tetap relevan dan dapat dimaknai ulang oleh generasi masa kini.

Diterbitkan

2026-01-28

Cara Mengutip

Putri, M. G., Ece Sukmana, Kuswara, & Asep Saepurokhman. (2026). Representasi Penguasa dan Oposisi dalam Cerita Rakyat “Buaya Putih dan Keuyeup Bodas”: Representations of Authority and Opposition in the Folktale "Buaya Putih and Keuyeup Bodas". Deiksis : Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 13(1), 96–109. https://doi.org/10.33603/dj.v13i1.10696

Terbitan

Bagian

Artikel

Citation Check

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama