MATEMATIKA TANPA SIMBOL: PENALARAN MATEMATIS DALAM PROSES NGIJING PEMBUATAN PONDASI RUMAH
DOI:
https://doi.org/10.33603/e.v13i1.11832Kata Kunci:
etnomatematika, ngijing, pondasi rumah, penalaran matematis implisit, konstruksi tradisionalAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap praktik etnomatematika yang terkandung dalam proses pembuatan pondasi rumah (ngijing) oleh tukang bangunan di Desa Gebang. Berangkat dari pandangan bahwa matematika merupakan praktik budaya yang hidup dalam aktivitas masyarakat, penelitian ini memfokuskan kajian pada penalaran matematis implisit yang digunakan dalam tahapan konstruksi pondasi rumah tradisional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain etnografi. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam tidak terstruktur, dan dokumentasi terhadap lima orang tukang bangunan yang berpengalaman. Analisis data dilakukan secara induktif melalui tahapan analisis domain, taksonomi, komponen, dan tema. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses ngijing terdiri atas beberapa tahapan utama, yaitu pembuatan sketsa, pengukuran dan penggalian tanah, pemasangan batu pondasi (kijing), serta pengecoran. Pada setiap tahapan tersebut ditemukan penerapan konsep matematika seperti skala, perbandingan, luas, jarak, bangun datar, bangun ruang, dan rasio material yang digunakan secara konsisten tanpa simbol matematika formal. Praktik tersebut mencerminkan penalaran matematis adaptif yang berkembang dari pengalaman kerja dan transmisi budaya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ngijing merupakan sistem etnomatematika yang bersifat prosedural dan kontekstual, bukan sekadar aktivitas teknis konstruksi. Temuan ini berkontribusi pada penguatan teori etnomatematika serta membuka peluang pemanfaatan praktik budaya lokal sebagai konteks pembelajaran matematika yang bermakna, khususnya pada materi pengukuran, perbandingan, dan geometri.
Referensi
Alangui, W. V. (2017). Ethnomathematics and cultural identity. Journal of Mathematics and Culture, 11(1), 1–14.
Andrade-Molina, M., & Montecino, A. (2016). Cultural practices and mathematics learning. Educational Studies in Mathematics, 92(1), 37–55.
https://doi.org/10.1007/s10649-015-9677-3
Barton, B. (2008). The language of mathematics: Telling mathematical tales. Springer.
Bishop, A. J. (1988). Mathematical enculturation: A cultural perspective on mathematics education. Kluwer Academic Publishers.
Chernoff, E. J. (2014). Mathematics without words: Ethnomathematics and implicit reasoning. Journal of Mathematics and Culture, 8(1), 1–15.
D’Ambrosio, U. (1985). Ethnomathematics and its place in the history and pedagogy of mathematics. For the Learning of Mathematics, 5(1), 44–48.
D’Ambrosio, U. (2001). Ethnomathematics: Link between traditions and modernity. Sense Publishers.
Deda, Y. N., Njurumana, G. N., & Kurniawan, R. (2024). Global trend of ethnomathematics studies of the last decade: Bibliometric evidence from Scopus and Google Scholar. Infinity Journal, 13(1), 1–15.
https://doi.org/10.22460/infinity.v13i1.3871
Gerdes, P. (2013). Ethnomathematics and mathematics education. Sense Publishers.
Gerdes, P., & Bulafo, J. (2018). Cultural construction practices and mathematical reasoning. Journal of Mathematics and Culture, 12(2), 23–41.
Kabuye Batiibwe, M. S. (2024). The role of ethnomathematics in mathematics education: A systematic review. International Review of Education, 70(1), 1–23.
https://doi.org/10.1007/s11159-023-10006-3
Knijnik, G. (2012). Ethnomathematics and the Brazilian landless movement. Educational Studies in Mathematics, 79(1), 1–16.
https://doi.org/10.1007/s10649-011-9341-1
Powell, A. B., & Frankenstein, M. (Eds.). (1997). Ethnomathematics: Challenging Eurocentrism in mathematics education. SUNY Press.
Presmeg, N. (2014). Ethnomathematics and culture in mathematics education research. ZDM–Mathematics Education, 46(5), 705–717.
https://doi.org/10.1007/s11858-014-0597-5
Rosa, M., & Orey, D. C. (2016). State of the art in ethnomathematics. Revista Latinoamericana de Etnomatemática, 9(2), 11–37.
Rosa, M., & Orey, D. C. (2018). Proposals for a curriculum based on ethnomathematics. ZDM–Mathematics Education, 50(1–2), 217–230.
https://doi.org/10.1007/s11858-017-0908-y
Sulistyowati, E., Mawardi, D. N., & Sari, R. K. (2024). Efektivitas pembelajaran berbasis etnomatematika: Sebuah meta-analisis. Al-Bidayah: Jurnal Pendidikan Dasar Islam, 16(1), 45–62.
https://doi.org/10.14421/al-bidayah.v16i1.912
Sunzuma, G. (2021). In-service mathematics teachers’ knowledge and awareness of ethnomathematics approaches: Implications for teacher education. International Journal of Mathematical Education in Science and Technology, 52(3), 1–15.
https://doi.org/10.1080/0020739X.2020.1736351
Turmuzi, M. (2024). Mapping ethnomathematical research directions and trends in the Scopus database: A bibliometric analysis. International Journal of Educational Research, 123, 102341.
https://doi.org/10.1016/j.ijer.2024.102341
Zaslavsky, C. (2010). Africa counts: Number and pattern in African culture (3rd ed.). Lawrence Hill Books.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Muchamad Subali

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
The author who published his work in this journal agrees to the following terms:
The author reserves the copyright and grants the first publishing rights journal, with works simultaneously licensed under the License:Â Â Creative Commons Attribution - Share Alike 4.0 Internasional License that enables others to share works with the acknowledgment of early publication and authorship of the work in this journal.
Penulis yang menerbitkan karyanya ke jurnal ini setuju dengan persyaratan berikut:
Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama, dengan karya yang secara serentak dilisensikan di bawah Lisensi: Creative Commons Attribution - Share Alike 4.0 Internasional License yang memungkinkan orang lain membagikan karya dengan pengakuan penerbitan awal dan kepenulisan karya di jurnal ini.







