PENGAJARAN APRESIASI SASTRA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMAHAMAN ARGUMEN TOULMIN
DOI:
https://doi.org/10.33603/jt.v1i2.1099Kata Kunci:
belajar sastra, berargumentasi, peristiwadalam cerita, sastra dapat mencerdaskanAbstrak
Belajar sastra disekolah tidak hanya bersifat afektif, tetapi juga memberi ruang untuk belajar secara kognitif. Pembelajaran sastra tidak hanya diarahkan pada perkembangan emosional pembaca (baca: siswa), tetapi juga pada perkembangan kognisinya. Mereka dilatih mengembangkan daya nalarnya pada saat mengkritisi pertalian peristiwa yang satu dengan peristiwa yang lainnya. Pembelajaran seperti ini akan mengubah paradigma belajar sastra yang selama ini dianggap sebagai pembelajaran yang hanya untuk hiburan semata. Mitos pembelajaran kecerdasan hanya dimiliki oleh pelajaran yang bersifat eksakta harus segera ditinggalkan. Oleh karena itu, melalui tulisan ini, penulis uraikan pembelajaran sastra dengan menggunakan model argumen Toulmin.Referensi
Teeuw. 1988. Sastra dan Ilmu Sastra. Jakarta: Pustaka Jaya.
Toulmin, S.E. 1958. The Uses of Argument. Cambridge, Uk: Cambridge University Press.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
© oleh Penulis. Diterbitkan oleh Jurnal Tuturan. Artikel ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







