HUBUNGAN ANTARA KADAR SERUM FERRITIN DENGAN STATUS GIZI PASIEN THALASSEMIA BETA MAYOR PADA ANAK DI RSUD WALED KABUPATEN CIREBON

Authors

  • Annisa Aulia Afifah Fakultas Kedokteran UGJ, Indonesia
  • Moh. Luthfi Fakultas Kedokteran UGJ, Indonesia
  • Niklah Zaidah Fakultas Kedokteran UGJ, Indonesia
  • Eva roslyana Fakultas Kedokteran UGJ, Indonesia
  • Tegusti Tegusti Fakultas Kedokteran UGJ, Indonesia
  • Trisy Adwita Fakultas Kedokteran UGJ, Indonesia

Keywords:

Serum ferritin, nutritional status, BMI / U, Thalassemia beta major.

Abstract

Latar Belakang : Thalassemia beta mayor merupakan penyakit yang disebabkan mutasi pada gen beta-globin sehingga menyebabkan gangguan sintesis hemoglobin. Transfusi darah pada pasien thalassemia beta mayor akan menyebabkan penimbunan besi sehingga dapat mengganggu pertumbuhan anak dan kurangnya nutrisi. Metode : Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional analitik  dengan desain cross sectional yang melibatkan seluruh pasien thalassemia beta mayor di RSUD Waled dengan total pasien sebanyak 26 orang. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji hipotesis Spearman.Hasil : Jenis kelamin pasien thalassemia paling banyak adalah laki-laki dengan jumlah 15 (57,7%) dan pasien perempuan berjumlah 11 (42,3%). Pasien thalassemia terbanyak adalah pada rentang usia 5-11 tahun dengan jumlah 12 (46,2%). Pasien thalassemia beta mayor hampir seluruhnya memiliki kadar serum ferritin >2000 yang berjumlah 25 (96,2%) . Status gizi berdasarkan IMT/U pada pasien thalassemia beta mayor mayoritas memiliki status gizi kurang yang berjumlah 17 (65,4%) . Hasil uji Spearman menunjukkan hubungan antara serum ferritin dengan IMT/U berdasarkan uji Spearman menunjukan hubungan yang tidak bermakna, (p value = 0,47). Kesimpulan : Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang tidak bermakna antara kadar serum ferritin dengan IMT/U.

Kata Kunci : Serum ferritin, Status gizi, IMT/U, Thalassemia beta mayor.

 

ABSTRACT

Background: Beta thalassemia major is a disease caused by mutations in the beta-globin gene that causes impaired hemoglobin synthesis. Blood transfusion in beta thalassemia major patients will cause iron accumulation so that it can interfere with child growth and lack of nutrition. Method: This study is a type of analytical observational study   with a  cross sectional design involving all beta thalassemia major patients at Waled Hospital with a total of 26 patients. Data analysis in this study used the Spearman hypothesis test.Results: The sex of the most thalassemia patients was male with 15 (57.7%) and female patients with 11 (42.3%). The most thalassemia patients are in the age range of 5-11 years with 12 (46.2%). Patients with beta thalassemia major almost all had serum ferritin levels of >2000 which amounted to 25 (96.2%). Nutritional status based on BMI / U in beta thalassemia major patients, the majority have undernutrition status amounting to 17 (65.4%). The results of the Spearman test showed a relationship between serum ferritin and BMI / U based on the Spearman test showed an insignificant relationship, (p value = 0.47). Conclusion: The results of this study showed an insignificant relationship between serum ferritin levels and BMI / U.

 

Keywords: Serum ferritin, nutritional status, BMI / U, Thalassemia beta major.

References

1. Sahiratmadja E, Seu M.M.V, Nainggolan I.M. dkk. Challenges in Thalassemia Carrier Detection in a Low Resource Setting Area of Eastern Indonesia: the Use of Erytrhrocyte Indices. MJHID Joiurnal. 2021 Jan 1. 13(1). 1-4

2. Angastiniotis M, Lobitz S. Thalassemias: An Overview. Int J Neonatal Screen. 2019;5(1):16

3. Tjokroprawiro A. Setiawan PB. Effendi C, dkk. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Surabaya: Airlangga Uniersity Press; 2015

4. Rafika, Marwoto D, Hayati L.,. Korelasi Antara Kadar Serum dan Status Gizi Pasien Talasemia Beta Mayor. Jurnal Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya. 2019 Mei. 5(2). 89-93

5. Gustiana H, Gunantara T, Rathomi H.S. Kepatuhan Konsumsi Obat Kelasi Besi dan Kadar Ferritin Serum Pada Talasemia Beta-Mayor di RSUD Al-Ikhsan Bandung. JIKS Journal. 2019. 2(1). 26-31

6. Nemba K, Lewis B, Watson H, Hoiles K, Zhang G, Forbes D. Serum Ferritin and Nutritional Status : Insight From an Eating Disorders Clinic Population.BMJ Journals. 2012. 99(3).

7. Kalantar K, Zadeh, Rudolph A, Rodriguez, Michael H. Association between serum ferritin and measures of inflammation, nutrition and iron in haemodialysis patients. UC Irvine Journal. 2004. 19 (1). 141-9

8. Salsabila N, Perdani R, Irawati N. Nutrisi Pasien Thalassemia. Majority Journal. 2019 Maret. 8(1). 178-180

9. Helmi N, Bashir M, Shireen A, Mirza Ahmed I. Thalassemia review: features, dental considerations and management. Electron physician. 2017;9(3):4003–4008.

10. Kepmenkes RI. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Thalasemia. 2018:3-90.

11. Nugraha G, Masruroh M. Hubungan Antara Karakteristik Dengan Kadar Feritin Pada Ibu Hamil Trimester III Di Puskesmas Jagir Surabaya. Jurnal Sehat Mandiri. 2020 Des 2 15 (2). 1-5

12. Rujito L. Talasemia : Genetik Dasar dan Pengelolaan Terkini. Edisi I. Purwokerto. Gd. BPU Percetakan dan Penerbitan (UNSOED Press). 2019.

13. Nienhuis AW, Nathan DG. Pathophysiology and Clinical Manifestations of the b-Thalassemias. Cold Spring Harb Perspect Med. 2012;2:1–13.

14. Muncie HL. Beta Thalassemia. National Organization for Rare Disorder. 2019. Available at: https://rarediseases.org/rare-diseases/thalassemia-major.

15. Daru J, Colman K, Stanworth J, dkk. Serum Ferritin as an Indicator of Iron Status: What do We Need to Know?. American Society for Nutrition Journal. 2017 Apr 4;10(1). 1634-38.

16. Rusdi P, Oenzil F, Chundrayetti E. Pengaruh Pemberian Jus Jambu Biji Merah (Psidium Guajava.L) Terhadap Kadar Hemoglobin dan Ferritin Serum Penderita Anemia Remaja Putri. Jurnal FK UNAND. 2018 7(1). 75-78

17. Nurhayati F, Nurrizky A. Perbandingan Antropometri Gizi Berdasarkan BB/U, TB/U, Dan IMT/U SD KELAS BAWAH ANTARA DATARAN TINGGI DAN DATARAN RENDAH DI KABUPATEN PROBOLINGGO.ejournal UNESA. 2018 Nov. 6(1). 175-181.

18. Daud M.A. Hubungan Ferritin Serum dengan Berat Badan dan Tinggi Badan Pada Penderita Thalasemia B Mayor. Jurnal Kesehatan Sandi Husada. 2020 Des 2 9(2). 665-9

19. Hamzah, Hasrul, Hafid A. Pengaruh Pola Asuh Terhadap Status Gizi Anak. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada. 2020 Des 9(2). 729-735

20. Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan [Internet]. yankes.kemkes.go.id.[cited 2023 Jan 20].Available from: https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/1132/anemiadalamkehamilan#:~:text=Anemia%20defisiensi%20besi%20merupakan%20anemia

21. Budiman A.L, Rosiyana, Sari A.S. dkk. Analisis Status Gizi Menggunakan Pengukuran IMT dan Beban Kerja Dengan Metode 10 Denyut Pada Tenaga Kesehatan. Nutrizione. 2021 Jul 01. 1(1). 6-15

22. Lembong E. Utama G, Ardiansyah I. Penilaian Gizi Balita dan Ibu Hamil RW 01 Desa Cileles Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang. Jurnal Teknologi Pangan Universitas Padjajaran. 2020. 2-6

23. Zadeh K.K. Rudolph A. Humphreys M. H. Association Between Serum Ferritin and Measures of Inflamation, Nutrition and Iron in Haemodialysis Patients. NDT Journal. 2004. 19(1). 142-150

24. Rachmat I, Fadil R, Azhali M.S. Hubungan Jumlah Darah Transfusi, PEmberian Deferoksamin, Dan Status Gizi Dengan Kadar Seng Plasma Pada Penderita Thalassemia Mayor Anak. Bagian Ilmu Kesehatan Anak FK UNPAD. 2019. 2-8

25. Nindya T.S, Dewi K. E. Hubungan Tingkat Kecukupan Zat Besi dan Seng Dengan Kejadian Stunting Pada Balita 6-23 Bulan. Amerta Nutrition. 2017 Des 12 14(4). 361-365.

26. Sastroasmoro S. Dasar-dasar Metodologi Penelitian Klinis. Edisi kelima. Jakarta: CV. Sagung Seto;2016.

27. Dahlan MS. Multiaksial Statistik Diagnosis dan Multiaksial Substansial Pintu Gerbang Memahami Epidemiologi, Biostatistik, dan Metode Penelitian. Edisi 2. Jakarta: Epidemiologi Indonesia;2018.

28. Sawitri H. Karakteristik Pasien Thalassemia Beta Mayor di BLUD RSU Cut Meutia Aceh Utara Tahun 2018. Jurnal Averrous, 2018. 4(2). 2-6

29. Rejeki DS, Nurhayati N, Supriyanto. Studi Epidemiologi Deskriptif Thalassemia Beta Mayor. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional. 2012. 7(2). 139-141

30. Ilmi S. Hasanah O, Bayhakki. Hubungan Jenis Kelamin dan Domisili dengan Pertumbuhan pada Anak

31. dengan Thalassemia Beta Mayor. Jurnal Keperawatan Universitas Riau. 2021. 620-625

32. Mishra AK, Tiwari A. Iron Overload in Beta Thalassemia Major Patients. Maedica (Bucur) Journals. 2013. 8(4). 328-322

33. Yousefian S, Aliabad GM, Saled R, dkk. Association of Body Mass Index and Serum Ferritin Levels in Pediatrics with Beta-Thalassemia Major Disease. Iran J Ped Hematol Oncol Journals. 2022. 12(1). 34-40

34. Hashemi A, Ghilian R, Golestan M, dkk. Kajian Pertumbuhan Penderita Thalassemia Beta Mayor dan Korelasinya dengan Kadar Ferritin serum. Jurnal IJPHO. 2021. 1(4). 147-151

35. Rini NA, Nevita, Handini M. Hubungan Kadar Ferritin dan Pertumbuhan Anak Penderita Thalassemia Beta Mayor di Pontianak. Jurnal Kesehatan Khatulistiwa. 2016. 2(2). 352-361

Downloads

Published

2026-09-25

Citation Check