ANALISIS PENGGUNAAN DWIBAHASA SAAT WAWANCARA DALAM TIGA TAYANGAN YOUTUBE (KAJIAN SOSIOLINGUISTIK)

Nazar Abdul Rafli, Sinta Rosalina

Sari


Variasi bahasa merupakan bentuk atau varian dalam bahasa yang mempunyai pola-pola yang memiliki persamaan dalam pola umum bahasa. Sebagai manusia yang memiliki pola pikir yang berbeda-beda tentu akan membuat sebuah variasi bahasa yang berbeda-beda dan semakin banyak sesuai usia, watak, dan lain sebagainya. Dalam penggunaannya variasi atau ragam bahasa seseorang harus melakukan pilihan variasi bahasa mana yang tepat untuk berbicara dengan mitra tuturnya sesuai dengan latar belakang sosial budaya dari mitra tutur. Campur kode memiliki peranan yang sangat penting dalam korelasi pemakaian variasi bahasa yang khususnya pada masyarakat yang bilingual atau dwibahasa. Dwibahasa adalah suatu keadaan di mana seseorang memakai atau menggunakan dua bahasa atau lebih dalam kehidupan sehari-hari tanpa adanya paksaan dan tidak pula kesengajaan. Seseorang dapat menggunakan beberapa bahasa jika orang tersebut memiliki kehidupan dengan orang-orang dari suku atau etnis yang berbeda-beda. Kadang kala kemampuan dwibahasa seseorang akan muncul jika seseorang sudah paham dan dapat mengutarakan suatu ujaran dengan bahasa yang dimilikinya. Media audio visual memiliki ciri-ciri bersifat linear, dapat menyajikan suatu hal dengan fleksibel dan dinamis, merupakan representasi fisik dari gagasan abstrak, dan dapat digunakan sesuai fungsinya. Salah satu media audio visual yang semakin hari semakin banyak penggunanya yaitu YouTube. Faktor-faktor yang peneliti dapatkan dari hasil observasi yaitu, (1) umur, (2) pendidikan, (3) lingkungan, (4) budaya, (5) pekerjaan, dan (6) banyak interaksi dengan orang lain.


Kata Kunci


Variasi bahasa, Campur kode, Dwibahasa, YouTube

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Arni. 2014. Variasi Alih Kode dan Campur Kode dalam Mayarakat Dwibahasa Kajian Sosiolinguistik Pada Masyarakat Madura di Kota Pontianak Kalimantan Barat. Jurnal Pendidikan Bahasa, Volume 3, Nomor 1, Halaman 43-57.

Harimurti, Kridalksana. 2001. Kamus Linguistik. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Latifah, Lutfiatun. 2017. Variasi Bahasa DIlihat Dari Segi Pemakai Pada Ranah Sosial Masyarakat Tutur Perbatasan Jawa Tengah-Jawa Barat Di Majenang Kabupaten Cilacap. Conference on Languange and Languange Teaching, Halaman 498-502.

Malabar, Sayama. 2015. Sosiolinguistik. Gorontalo: Ideas Publishing.

Mustikawati, Diyah Atiek. 2015. Alik Kode dan Campur Kode Antara Penjual dan Pembeli (Analisis Pembelajaran Berbahasa Melalui Studi Sosiolinguistik). Jurnal Dimensi Pendidikan dan Pembelajaran, Volume 3, Nomor 2, Halaman 23-32.

Mutmainnah, Yulia. 2008. Pemilihan Kode dalam Masyarakat Dwibahasa: Kajian Sosiolinguistik Pada Masyarakat Jawa di Kota Bontang Kalimantan Timur. SKRIPSI. Fakultas Bahasa. Jurusan Bahasa. Universitas Diponegoro. Semarang.

Pranowo. 2019. Teori Belajar Bahasa. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Rokhman, Fathur. 2013. Sosiolinguistik: Suatu Pendekatan Pembelajaran Bahasa dalam Masyarakat Multikultural. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Sugiyono. 2015. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: ALFABETA.

Sulaeman, Amir Hamzah. 1985. Media Audio Visual untuk Pengajaran, Penerangan, dan Penyuluhan. Jakarta: PT. Gramedia.

Siyoto, Sandu dan Ali Sodik. 2015. Dasar Metodologi Penelitian. Yogyakarta: Literasi Media Publishing.

Utami, Sela Suci. 2016. Variasi Bahasa Masyarakat Pesisir Kampung Tambak Wedi Baru, Surabaya: Kajian Sosiolinguistik. Skriptorium, Volume 6, Nomor 1.

Waridah. 2015. Penggunaan Bahasa dan Variasi Bahasa dalam Berbahasa Berbudaya. Jurnal Simbolika, Volume 1, Nomor 1, Halaman 84-92.




DOI: http://dx.doi.org/10.33603/jt.v10i2.5267

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##