POLA BAKTERI PENYEBAB INFEKSI DAERAH OPERASI DAN KEPEKAAN TERHADAP ANTIBIOTIK DI RSUD WALED

Authors

  • Moh Erwin Indrakusuma Departemen Parasitologi, Imunologi dan Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Swadaya Gunung Jati, Indonesia https://orcid.org/0009-0002-7587-4186
  • Evan Wahyudi Ladala Departemen Ilmu Bedah Fakultas Kedokteran Universitas Swadaya Gunung Jati, Indonesia
  • Camelia Kurniasih Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Swadaya Gunung Jati, Indonesia

Abstract

 

POLA BAKTERI PENYEBAB INFEKSI DAERAH OPERASI DAN KEPEKAAN TERHADAP ANTIBIOTIK DI RSUD WALED
Mohamad Erwin Indrakusuma1, Evan Wahyudy Ladala2, Camelia Kurniasih3
1Departemen Parasitologi, Imunologi dan Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Swadaya Gunung Jati, 2Departemen Ilmu Bedah Fakultas Kedokteran Universitas Swadaya Gunung Jati, 3Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Swadaya Gunung Jati
erwin96mikro@gmail.com

ABSTRAK

Latar Belakang: Infeksi daerah operasi (IDO) merupakan infeksi yang terjadi pada daerah insisi (daerah operasi dalam waktu 30 hari pasca bedah). Angka kejadian IDO berada di urutan kedua sebagai penyebab dari infeksi nosokomial dan menyebabkan terjadinya peningkatan morbiditas dan mortalitas. Angka kejadian sebanyak 2-20 %. Tujuan: Mengetahui gambaran pola bakteri penyebab infeksi daerah operasi dan kepekaan terhadap antibiotik. Metode: Penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan secara retrospektif dengan mengumpulkan data rekam medik. Penentuan pola resistensi bakteri didapatkan berdasarkan panel uji antibiotik pada pemeriksaan kultur dan uji kepekaan antibiotik. Cara pengambilan sampel menggunakan metode Total sampling. Analisis data univariat menggunakan WHO net 2023 dan analisis data bivariat menggunakan uji Chi Square. Hasil: Pada bakteri Gram (-); Escherichia coli, Klebsiella pneumoniae dan bakteri Gram (+); Staphylococcus auereus. Pola kepekaan antibiotik memiliki Susceptibility tertinggi; Meropenem (Escherichia coli); Amikacin, Linezolid dan Quinupristin/Dalfopristin (Staphylococcus aureus); Imipenem (Klebsiella pneumoniae). Profil potensi antibiotik memiliki Susceptibility tertinggi, Bakteri Gram (+); Amikacin, Trimethoprim-Sulfamethoxazole, Clindamycin, rifampin, Tigecycline, Vancomycin, Linezolid, Meropenem, Ertapenem, dan Piperacillin/Tazobactam. Bakteri Gram (-); Piperacillin/Tazobactam, Levofloxacin, Tigecycline, Meropenem, Ertapenem, Amikacin, Tetracycline, dan Quinupristin/Dalfopristin. Terdapat hubungan signifikan antara pola bakteri penyebab infeksi daerah operasi dan kriteria infeksi daerah operasi dengan p-value sebesar 0.019 (<0.05). Simpulan: Terdapat hubungan signifikan antara pola bakteri penyebab infeksi daerah operasi dan kriteria infeksi daerah operasi.

Kata Kunci: Infeksi daerah operasi, Pola bakteri infeksi daerah operasi, kepekaan antibiotik.

 

 

 

 

 

 

 

 

 


ABSTRACK

Background: Surgical site infection (SSI) is an infection that occurs at the incision site (surgical area within 30 days post-surgery). The incidence of SSIs ranks second as a cause of nosocomial infections and leads to increased morbidity and mortality. The incidence rate is 2-2. Objective: To determine the pattern of bacteria causing surgical site infection and antibiotic susceptibility. Method: Analytic observational research with a cross-sectional approach. Data collection was done retrospectively by collecting medical record data. Determination of bacterial resistance patterns was obtained based on antibiotic test panels in culture examination and antibiotic sensitivity tests. The sampling method used total sampling method. Univariate data analysis using WHO net 2023 and bivariate data analysis using Chi Square test. Results: On Gram (-) bacteria; Escherichia coli, Klebsiella pneumoniae and Gram (+) bacteria; Staphylococcus auereus. Antibiotic susceptibility pattern had the highest Susceptibility; Meropenem (Escherichia coli); Amikacin, Linezolid and Quinupristin/Dalfopristin (Staphylococcus aureus); Imipenem (Klebsiella pneumoniae). Antibiotic potency profiles had the highest Susceptibility, Gram (+) bacteria; Amikacin, Trimethoprim-Sulfamethoxazole, Clindamycin, rifampin, Tigecycline, Vancomycin, Linezolid, Meropenem, Ertapenem, and Piperacillin/Tazobactam. Gram (-) bacteria; Piperacillin/Tazobactam, Levofloxacin, Tigecycline, Meropenem, Ertapenem, Amikacin, Tetracycline, and Quinupristin/Dalfopristin. There was a significant relationship between the bacterial pattern causing surgical site infection and the criteria for surgical site infection with a p-value of 0.019 (<0.05). Conclusion: There is a significant relationship between bacterial patterns causing surgical site infection with criteria for surgical site infection.

Keywords: Surgical site infection , Bacterial pattern of surgical site infection, antibiotic susceptibility

Downloads

Published

2025-08-29

Citation Check