HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH DAN JENIS KELAMIN DENGAN MASSA OTOT RANGKA PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SWADAYA GUNUNG JATI

Authors

  • Duddy Satrianugraha Departemen Ilmu Kedokteran Dasar Fakultas Kedokteran Universitas Swadaya Gunung Jati, Indonesia
  • Dinda Rachmani Adi Restu Fakultas Kedokteran Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon, Indonesia
  • Ali Manfaluthi A Departemen Ilmu Kedokteran Dasar Fakultas Kedokteran Universitas Swadaya Gunung Jati , Indonesia

Abstract

Latar Belakang : Massa otot rangka dipertimbangkan sebagai jaringan terbesar dalam tubuh manusia yang mencakup sekitar 40-50% massa tubuh. Jurnal Kesehatan melaporkan bahwa massa otot dapat bervariasi dalam berbagai daerah salah satunya perbedaan indeks massa tubuh (IMT). IMT normal memungkinkan seseorang memiliki massa otot rangka yang kurang. Salah satu masalah yang terjadi pada mahasiswa adalah menurunnya massa otot rangka pada tubuh diakibatkan dari perubahan gaya hidup yang berhubungan dengan kualitas nutrisi dan aktivitas fisik. Tujuan : Mengetahui hubungan indeks massa tubuh dan jenis kelamin dengan massa otot rangka pada mahasiswa tahap akademik di Fakultas Kedokteran Universitas Swadaya Gunung Jati. Metode : analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan data menggunakan teknik stratified random sampling sebanyak 86 sampel. Analisis bivariat menggunakan uji korelasi spearman. Hasil : Hasil Indeks Massa Tubuh Responden dengan kategori normal rerata 16,95(16,26-17,96), responden dengan jenis kelamin Perempuan 40(46,5%) dan laki-laki 46(53,5%). Responden dengan massa otot rangka kurang memiliki rerata 17,76(12,12-24,69). Indeks massa tubuh dan Massa Otot Rangka menunjukkan hubungan yang signifikan (p < 0,001) dengan korelasi positif dan tergolong kuat (r = 0,664), hubungan signifikan antara Jenis Kelamin dan Massa Otot Rangka (p < 0,001) dengan korelasi negatif dan tergolong kuat (r = -0.740). Simpulan : Terdapat hubungan antara Indeks Massa Tubuh dengan Massa Otot Rangka serta terdapat hubungan antara Jenis Kelamin dengan Massa Otot Rangka. Sebagian besar mahasiswa dengan IMT normal memiliki massa otot rangka yang kurang dan sebagian besar populasi perempuan dalam penelitian memiliki massa otot rangka yang kurang.

 

Kata Kunci : Indeks Massa Tubuh, Massa Otot Rangka, Jenis Kelamin, Mahasiswa.

 

Background : Skeletal muscle mass is considered the largest tissue in the human body accounting for approximately 40-50% of body mass. The Health Journal reported that muscle mass can vary in different regions, one of which is the difference in body mass index (BMI). A normal BMI allows a person to have less skeletal muscle mass. One of the problems that occur in university students is the decrease in skeletal muscle mass in the body due to changes in lifestyle related to nutritional quality and physical activity. Aim : To analyze the relationship between body mass index and gender with sekeletal muscle mass in academic-stage students at the Faculty of Medicine, Swadaya Gunung Jati University. Method : This study is observational analytic research using a Cross-sectional approach. The data were collected by using a stratified random sampling technique as many as 86 samples. Bivariate analysis used Spearman's correlation test. Results : Results of Body Mass Index Respondents with normal categories have a mean of 16.95 (16.26-17.96), respondents with female gender 40 (46.5%) and male 46 (53.5%). Respondents with less skeletal muscle mass had a mean of 17.76 (12.12-24.69). Body mass index and skeletal muscle mass showed a significant relationship (p < 0.001) with a positive correlation and classified as strong (r = 0.664), a significant relationship between gender and skeletal muscle mass (p < 0.001) with a negative correlation and classified as strong (r = -0.740). Conclusion : There was a relationship between Body Mass Index and Skeletal Muscle Mass and also a relationship between Gender and Skeletal Muscle Mass. Most of the students with normal BMI had not enough skeletal muscle mass and most of the female population in the study had not enough skeletal muscle mass.

Keyword : Body Mass Index, Skeletal Muscle Mass, Gender, University Students

Downloads

Published

2025-08-29

Citation Check