HUBUNGAN IBU HAMIL DENGAN KEKURANGAN ENERGI KRONIS TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 24-60 BULAN DI PUSKESMAS ROWOKELE

Authors

  • Thysa Thysmelia Affandi Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Swadaya Gunung Jati, Indonesia
  • Ardhian Yudha Candra Pranowo Fakultas kedokteran universitas swadaya gunung jati , Indonesia
  • Nanang Ruhyana

Abstract

Latar belakang: Stunting merupakan suatu kondisi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam jangka waktu yang cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Stunting secara garis besar dikelompokkan menjadi 3 yaitu, individu, tingkat masyarakat, rumah tangga (keluarga). Prevalensi stunting di jawa tengah berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, Kabupaten Kebumen merupakan target prioritas penanganan stunting dari 160 kabupaten/kota yang ada di Indonesia. Prevalensi stunting di Kabupaten Kebumen pada tahun 2017 sebesar 28,50%. Ibu hamil beresiko mengalami Kekurangan Energi Kronis jika memiliki Lingkar Lengan Atas (LILA) <23,5 cm. Ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis beresiko melahirkan bayi stunting.

Tujuan: mengetahui hubungan ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK) terhadap kejadian stunting pada balita usia 24-60 bulan di wilayah kerja puskesmas rowokele kabupaten kebumen.

Metode: Penelitian deskriptif retrospektif yang melibatkan 44 responden berada pada wilayah kerja Puskesmas Rowokele. Data penelitian diperoleh dari data sekunder. Analisis data menggunakan uji Statistik Deskriptif.

Hasil: Hasil analisis bivariat dengan korelasi uji spearman diketahui hubungan antara Status KEK dengan Stunting dengan p value sebesar 0,001, p= <0,05 dan r=0,539 yang artinya berkorelasi sangat kuat dengan arah positif dimana dua variabel atau lebih yang berhubungan tersebut berjalan paralel atau menunjukkan arah yang sejalan.

Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara ibu hamil dengan KEK terhadap kejadian stunting pada balita usia 24-60 bulan di wilayah kerja Puskesmas Rowokele, terdapat hubungan antara Status KEK ibu hamil dengan Stunting yang berkorelasi sedang dengan arah positif dimana ibu hamil dengan KEK maka besar akan terjadi stunting.

Kata Kunci: stunting, Kekurangan Energi Kronis, Ibu hamil KEKLatar belakang: Stunting merupakan suatu kondisi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam jangka waktu yang cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Stunting secara garis besar dikelompokkan menjadi 3 yaitu, individu, tingkat masyarakat, rumah tangga (keluarga). Prevalensi stunting di jawa tengah berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, Kabupaten Kebumen merupakan target prioritas penanganan stunting dari 160 kabupaten/kota yang ada di Indonesia. Prevalensi stunting di Kabupaten Kebumen pada tahun 2017 sebesar 28,50%. Ibu hamil beresiko mengalami Kekurangan Energi Kronis jika memiliki Lingkar Lengan Atas (LILA) <23,5 cm. Ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis beresiko melahirkan bayi stunting.
Tujuan: mengetahui hubungan ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK) terhadap kejadian stunting pada balita usia 24-60 bulan di wilayah kerja puskesmas rowokele kabupaten kebumen.
Metode: Penelitian deskriptif retrospektif yang melibatkan 44 responden berada pada wilayah kerja Puskesmas Rowokele. Data penelitian diperoleh dari data sekunder. Analisis data menggunakan uji Statistik Deskriptif.
Hasil: Hasil analisis bivariat dengan korelasi uji spearman diketahui hubungan antara Status KEK dengan Stunting dengan p value sebesar 0,001, p= <0,05 dan r=0,539 yang artinya berkorelasi sangat kuat dengan arah positif dimana dua variabel atau lebih yang berhubungan tersebut berjalan paralel atau menunjukkan arah yang sejalan.
Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara ibu hamil dengan KEK terhadap kejadian stunting pada balita usia 24-60 bulan di wilayah kerja Puskesmas Rowokele, terdapat hubungan antara Status KEK ibu hamil dengan Stunting yang berkorelasi sedang dengan arah positif dimana ibu hamil dengan KEK maka besar akan terjadi stunting.
Kata Kunci: stunting, Kekurangan Energi Kronis, Ibu hamil KEK

Author Biographies

Ardhian Yudha Candra Pranowo, Fakultas kedokteran universitas swadaya gunung jati

Latar belakang: Stunting merupakan suatu kondisi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam jangka waktu yang cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Stunting secara garis besar dikelompokkan menjadi 3 yaitu, individu, tingkat masyarakat, rumah tangga (keluarga). Prevalensi stunting di jawa tengah berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, Kabupaten Kebumen merupakan target prioritas penanganan stunting dari 160 kabupaten/kota yang ada di Indonesia. Prevalensi stunting di Kabupaten Kebumen pada tahun 2017 sebesar 28,50%. Ibu hamil beresiko mengalami Kekurangan Energi Kronis jika memiliki Lingkar Lengan Atas (LILA) <23,5 cm. Ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis beresiko melahirkan bayi stunting.

Tujuan: mengetahui hubungan ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK) terhadap kejadian stunting pada balita usia 24-60 bulan di wilayah kerja puskesmas rowokele kabupaten kebumen.

Metode: Penelitian deskriptif retrospektif yang melibatkan 44 responden berada pada wilayah kerja Puskesmas Rowokele. Data penelitian diperoleh dari data sekunder. Analisis data menggunakan uji Statistik Deskriptif.

Hasil: Hasil analisis bivariat dengan korelasi uji spearman diketahui hubungan antara Status KEK dengan Stunting dengan p value sebesar 0,001, p= <0,05 dan r=0,539 yang artinya berkorelasi sangat kuat dengan arah positif dimana dua variabel atau lebih yang berhubungan tersebut berjalan paralel atau menunjukkan arah yang sejalan.

Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara ibu hamil dengan KEK terhadap kejadian stunting pada balita usia 24-60 bulan di wilayah kerja Puskesmas Rowokele, terdapat hubungan antara Status KEK ibu hamil dengan Stunting yang berkorelasi sedang dengan arah positif dimana ibu hamil dengan KEK maka besar akan terjadi stunting.

Kata Kunci: stunting, Kekurangan Energi Kronis, Ibu hamil KEK

 

ABSTRACT

Abstract Background: Stunting is a chronic condition caused by insufficient nutritional intake over a sufficiently long period of time as a result of food intake that does not meet nutritional requirements. Stunting is generally grouped into three categories: individual, community, household. (keluarga). Stunting prevalence in central Java based on the results of Basic Health (Riskesdas) Research in 2018, Kebumen District is a priority target of stunting treatment of 160 districts/cities in Indonesia. Stunting prevalence in Kebumen District in 2017 was 28.50%. Pregnant mothers are at risk of developing Chronic Energy Deficiency if they have an Upper Arm Circle (LILA) < 23.5 cm.

Objective: Determine the relationship between pregnant women and Chronic Energy Deficiency (KEK) on the incidence of stunting in toddlers aged 24-60 months in the working area of ​​the Rowokele Public Health Center, Kebumen Regency.

Methods: A retrospective descriptive study involving 400 respondents in the working area of ​​the Rowokele Health Center. Research data obtained from secondary data. Data analysis using Descriptive Statistics test.

Results: The result of bivariate analysis with the correlation of the spearman test is known the relationship between KEK Status and Stunting with p value of 0,001, p = <0,05 and r = 0,652, which means that it is correlated very strongly with the positive direction.

Conclusion: There is a meaningful relationship between pregnant mothers with KEK against stunting incidents in babies aged 24-60 months in the work area of Puskesmas Rowokele, there is a relationship between Pregnant Mother's KEK Status with Stunting that correlates very strongly with the positive direction in which the pregnant mother with the KEK then big will occur stunting.

Keywords:stunting, Chronic Energy Deficiency, pregnant women KEK.

Latar belakang: Stunting merupakan suatu kondisi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam jangka waktu yang cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Stunting secara garis besar dikelompokkan menjadi 3 yaitu, individu, tingkat masyarakat, rumah tangga (keluarga). Prevalensi stunting di jawa tengah berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, Kabupaten Kebumen merupakan target prioritas penanganan stunting dari 160 kabupaten/kota yang ada di Indonesia. Prevalensi stunting di Kabupaten Kebumen pada tahun 2017 sebesar 28,50%. Ibu hamil beresiko mengalami Kekurangan Energi Kronis jika memiliki Lingkar Lengan Atas (LILA) <23,5 cm. Ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis beresiko melahirkan bayi stunting.
Tujuan: mengetahui hubungan ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK) terhadap kejadian stunting pada balita usia 24-60 bulan di wilayah kerja puskesmas rowokele kabupaten kebumen.
Metode: Penelitian deskriptif retrospektif yang melibatkan 44 responden berada pada wilayah kerja Puskesmas Rowokele. Data penelitian diperoleh dari data sekunder. Analisis data menggunakan uji Statistik Deskriptif.
Hasil: Hasil analisis bivariat dengan korelasi uji spearman diketahui hubungan antara Status KEK dengan Stunting dengan p value sebesar 0,001, p= <0,05 dan r=0,539 yang artinya berkorelasi sangat kuat dengan arah positif dimana dua variabel atau lebih yang berhubungan tersebut berjalan paralel atau menunjukkan arah yang sejalan.
Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara ibu hamil dengan KEK terhadap kejadian stunting pada balita usia 24-60 bulan di wilayah kerja Puskesmas Rowokele, terdapat hubungan antara Status KEK ibu hamil dengan Stunting yang berkorelasi sedang dengan arah positif dimana ibu hamil dengan KEK maka besar akan terjadi stunting.
Kata Kunci: stunting, Kekurangan Energi Kronis, Ibu hamil KEK

ABSTRACT
Abstract Background: Stunting is a chronic condition caused by insufficient nutritional intake over a sufficiently long period of time as a result of food intake that does not meet nutritional requirements. Stunting is generally grouped into three categories: individual, community, household. (keluarga). Stunting prevalence in central Java based on the results of Basic Health (Riskesdas) Research in 2018, Kebumen District is a priority target of stunting treatment of 160 districts/cities in Indonesia. Stunting prevalence in Kebumen District in 2017 was 28.50%. Pregnant mothers are at risk of developing Chronic Energy Deficiency if they have an Upper Arm Circle (LILA) < 23.5 cm.
Objective: Determine the relationship between pregnant women and Chronic Energy Deficiency (KEK) on the incidence of stunting in toddlers aged 24-60 months in the working area of ​​the Rowokele Public Health Center, Kebumen Regency.
Methods: A retrospective descriptive study involving 400 respondents in the working area of ​​the Rowokele Health Center. Research data obtained from secondary data. Data analysis using Descriptive Statistics test.
Results: The result of bivariate analysis with the correlation of the spearman test is known the relationship between KEK Status and Stunting with p value of 0,001, p = <0,05 and r = 0,652, which means that it is correlated very strongly with the positive direction.
Conclusion: There is a meaningful relationship between pregnant mothers with KEK against stunting incidents in babies aged 24-60 months in the work area of Puskesmas Rowokele, there is a relationship between Pregnant Mother's KEK Status with Stunting that correlates very strongly with the positive direction in which the pregnant mother with the KEK then big will occur stunting.
Keywords:stunting, Chronic Energy Deficiency, pregnant women KEK.

Nanang Ruhyana

Latar belakang: Stunting merupakan suatu kondisi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam jangka waktu yang cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Stunting secara garis besar dikelompokkan menjadi 3 yaitu, individu, tingkat masyarakat, rumah tangga (keluarga). Prevalensi stunting di jawa tengah berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, Kabupaten Kebumen merupakan target prioritas penanganan stunting dari 160 kabupaten/kota yang ada di Indonesia. Prevalensi stunting di Kabupaten Kebumen pada tahun 2017 sebesar 28,50%. Ibu hamil beresiko mengalami Kekurangan Energi Kronis jika memiliki Lingkar Lengan Atas (LILA) <23,5 cm. Ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis beresiko melahirkan bayi stunting.

Tujuan: mengetahui hubungan ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK) terhadap kejadian stunting pada balita usia 24-60 bulan di wilayah kerja puskesmas rowokele kabupaten kebumen.

Metode: Penelitian deskriptif retrospektif yang melibatkan 44 responden berada pada wilayah kerja Puskesmas Rowokele. Data penelitian diperoleh dari data sekunder. Analisis data menggunakan uji Statistik Deskriptif.

Hasil: Hasil analisis bivariat dengan korelasi uji spearman diketahui hubungan antara Status KEK dengan Stunting dengan p value sebesar 0,001, p= <0,05 dan r=0,539 yang artinya berkorelasi sangat kuat dengan arah positif dimana dua variabel atau lebih yang berhubungan tersebut berjalan paralel atau menunjukkan arah yang sejalan.

Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara ibu hamil dengan KEK terhadap kejadian stunting pada balita usia 24-60 bulan di wilayah kerja Puskesmas Rowokele, terdapat hubungan antara Status KEK ibu hamil dengan Stunting yang berkorelasi sedang dengan arah positif dimana ibu hamil dengan KEK maka besar akan terjadi stunting.

Kata Kunci: stunting, Kekurangan Energi Kronis, Ibu hamil KEK

 

ABSTRACT

Abstract Background: Stunting is a chronic condition caused by insufficient nutritional intake over a sufficiently long period of time as a result of food intake that does not meet nutritional requirements. Stunting is generally grouped into three categories: individual, community, household. (keluarga). Stunting prevalence in central Java based on the results of Basic Health (Riskesdas) Research in 2018, Kebumen District is a priority target of stunting treatment of 160 districts/cities in Indonesia. Stunting prevalence in Kebumen District in 2017 was 28.50%. Pregnant mothers are at risk of developing Chronic Energy Deficiency if they have an Upper Arm Circle (LILA) < 23.5 cm.

Objective: Determine the relationship between pregnant women and Chronic Energy Deficiency (KEK) on the incidence of stunting in toddlers aged 24-60 months in the working area of the Rowokele Public Health Center, Kebumen Regency.

Methods: A retrospective descriptive study involving 400 respondents in the working area of the Rowokele Health Center. Research data obtained from secondary data. Data analysis using Descriptive Statistics test.

Results: The result of bivariate analysis with the correlation of the spearman test is known the relationship between KEK Status and Stunting with p value of 0,001, p = <0,05 and r = 0,652, which means that it is correlated very strongly with the positive direction.

Conclusion: There is a meaningful relationship between pregnant mothers with KEK against stunting incidents in babies aged 24-60 months in the work area of Puskesmas Rowokele, there is a relationship between Pregnant Mother's KEK Status with Stunting that correlates very strongly with the positive direction in which the pregnant mother with the KEK then big will occur stunting.

Keywords:stunting, Chronic Energy Deficiency, pregnant women KEK.

Downloads

Published

2025-08-29

Citation Check